jump to navigation

Acara Gawai Dayak Bidayuh Sebujit Desa Hlibuei Kecamatan Siding 15 Juni 2015 18 Juni 2015

Posted by Rocky Winata in Bengkayang.
add a comment

image

image

image

image

Mencoba kuliner khah Jagoi Babang, pepeda sagu kuah pedas. 5 Januari 2014

Posted by Rocky Winata in Bengkayang.
add a comment

Cara membuat papeda sangat sederhana, namun bagi yang belum terbiasa mungkin agak
sedikit kesulitan dalam mengolahnya, awalnya tepung
sagu yang sudah dipilih kemudian diaduk-aduk sambil disiram dengan air mendidih sampai tercampur rata dan mengental atau lengket seperti lem kertas.
Air yang di campurkan pun tidak
boleh terlalu banyak karena akan
membuat papeda cair. Kualitas
dari sagu juga akan sangat
berpengaruh pada papeda yang dihasilkan.
Papeda memang teksturnya lengket seperti lem/perekat. Namun jangan salah tekstur yang lengket seperti ini lah
yang membuat papeda sangat unik dan pastinya sangat memanjakan lidah.
image

Lalu bagaimana dengan
rasa dari papeda kuah pedas ?
Pada dasarnya papeda itu sendiri tidak mempunyai rasa atau hambar seperti halnya nasi, jadi rasa nikmat dari kuah pedas
itulah yang memberikan sensasi
rasa berbeda pada papeda.
image

Daftar Peserta UKG 2013 14 Mei 2013

Posted by Rocky Winata in Bengkayang, Pendidikan.
Tags: ,
2 comments

Selamat (pagi/siang/malam) bapak/ibu guru semuanya………………………

Oke kali ini kita langsung aja melakukan pembahasan terkait judul diatas “DAFTAR PESERTA UKG 2013”.

Daftar peserta UKG yang dimaksud disini, memuat keterangan :

  • Nomor peserta UKG
  • Tempat Uji Kopetensi (TUK) UKG
  • Data lengkap peserta

Tempat pelaksanaan UKG diatur tingkat Kab/Kota yang secara teknis dikendalikan oleh Dinas Pendidikan.

Untuk melakukan pengecekan Peserta UKG 2013 silahkan klik gambar dibawah ini:

Atau DISINI kalau link diatas gagal.

Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK) SD 7 Mei 2013

Posted by Rocky Winata in Bengkayang, Pendidikan.
Tags: , , ,
9 comments

PTK
PTK SD atau Penelitian Tindakan Kelas Sekolah Dasar merupakan penelitian terpakai (applied research) yang dilakukan para guru SD untuk memberikan nilai tambah dan masukan dengan tujuan perbaikan mutu dan kualitas pendidikan Sekolah Dasar.PTK SD sebenarnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas dan kewajiban seorang guru SD. Selain itu, PTK SD secara global dapat memberikan solusi terhadap permasalahan bangsa, terutama merosotnya mutu pendidikan nasional.

Melalui PTK SD dapat diketahui kelemahan dan kekurangan berbagai dimensi pendidikan dan pembelajaran. Selain itu bisa ditemukan solusi dan alternatif atas kekurangan dari proses yang sedang dilakukan oleh pihak yang dijadikan objek penelitian, dalam hal ini siswa SD. tentu saja

temuan tersebut harus ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang melakukan tugas dan profesi masing-masing.

Berikut ini adalah contoh PTK SD :

Pada mata pelajaran IPS, target dari guru mata pelajaran IPS adalah seluruh siswa kelas IV dapat menguasai peta buta pulau Jawa dan Sumatera.

Setelah 2x pertemuan, guru akan melakukan tes secara random dengan cara menyuruh beberapa siswa maju kedepan untuk menunjukkan daerah/wilayah di dalam peta buta. Ternyata dari 10 orang siswa yang maju ke depan, hanya 3 siswa yang dapat menjawab dengan benar. Selebihnya tidak bisa. Kemudian guru membagikan lembar soal yang berhubungan dengan peta buta ke seluruh siswa. Setelah 10 menit waktu yang diberikan untuk mengerjakan 5 soal, lembar soal dan jawaban dikumpulkan, hasilnya lebih dari separuh jumlah siswa menjawab salah. Sehingga bisa disimpulkan bahwa sebagian besar siswa belum menguasai peta buta setelah 2x pertemuan.

Yang harus dilakukan guru adalah mencoba mengevaluasi cara mengajar dan mencari sumber masalah mengapa para siswa kesulitan menguasai peta buta. Pada pertemuan berikutnya, guru akan mengulang tema peta buta dengan menggunakan metode mengajar yang berbeda dengan metode yang digunakan sebelumnya. Setelah itu, dilakukan cara yang sama seperti sebelumnya dengan soal

yang berbeda untuk mengetahui kemampuan siswa. Apabila target telah dipenuhi (semua siswa dalam kelas) telah menguasai materi peta buta, maka bisa dilanjutkan dengan materi yang lain. Namun bila ternyata target masih belum dipenuhi, maka guru akan terus mengulang materi tersebut dengan menggunakan metode pengajaran yang lain.

Langkah terakhir dari PTK SD ini adalah penarikan sebuah kesimpulan atas metode pengajaran yang harus digunakan supaya siswa dalam kelas menguasai materi yang diajarkan. Kesimpulan ini yang akan dijadikan sebagai bahan rekomendasi kepada sekolah mengenai metode pengajaran atas mata pelajaran tertentu. Contoh yang sudah jadi ambil disini Contoh PTK SD

Baca juga :
Contoh PTK TK dan PAUD
Contoh PTK SMA
Contoh PTK SMP

Semoga dengan apa yang Rocky Winata bagikan ini, mudah-mudahan dapat mempermudah bapak dan ibu guru dalam menyusun PTK-nya.

I-Luv-Indonesia

 

Warga Kalimantan Barat, Indonesia: Menjadi Mayoritas Pedagang di Pasar Serikin Serawak, Malaysia. 10 April 2013

Posted by Rocky Winata in Bengkayang.
Tags: , , , , ,
1 comment so far

Pasar Serikin menjadi salah satu pasar rakyat unik yang ada daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Meski pasar tersebut terletak di Serawak, Malaysia, 90 persen pedagang di pasar tersebut berasal dari Kalimantan Barat, Indonesia.

“Sebagian besar pedagang pasar Serikin berasal dari Kalimantan Barat, baik dari Pontianak, Mempawah, Kubu Raya, Sanggau, Bengkayang, Sekadau dan daerah lainnya. Sedangkan pedagang dari Malaysia menempati ruko yang berada tidak jauh dari lokasi pasar ini,”kata Haryanto, salah seorang pedagang asal Kota Pontianak yang sudah empat tahun lebih berjualan di Pasar Serikin, Malaysia, Minggu (7/4).

Sebalinya berbanding terbalik dengan para pedagang, mayoritas pembeli justru kebanyakan berasal dari Malaysia.”Kondisi itu lantaran, untuk mencapai pasar Serikin, masyarakat Malaysia hanya membutuhkan waktu satu setengah jam dari Kuching.

Selama ini, Pasar Serikin menjadi tempat mengais rejeki bagi para pedagang Indonesia yang menjual berbagai barang-barang asal Indonesia dengan harga murah. Kondisi pasar itu sendiri berada pada lahan sekitar dua hektare yang dialokasikan oleh Kerajaan Malaysia, dengan bentuk warung dan pondok sederhana yang jumlahnya mencapai 300 unit dan dibangun disisi jalan sempit.

Pasar itu bisa dibilang semrawut karena jalan pada pasar tersebut tak hanya dilalui oleh para pejalan kaki, namun juga dilalui kendaraan bermotor dan tanpa adanya aturan lalu lintas. Kondisi itu tak membuat pasar yang dibuka setiap Sabtu dan Minggu sepi dari pembeli.

“Untuk berdagang disini, kami dikenakan biaya keamanan dan kebersihan sebesar lima ringgit setiap pekannya. Kalau tidak menggunakan angkutan sendiri, pedagang harus mengeluarkan biaya 45 ringgit untuk ongkos angkutan dari Tebedu-Serikin,”tuturnya.

Warga Kota Baru, Pontianak itu mengatakan, biasanya seorang pedagang dalam satu minggu mengeluarkan biaya sekitar 90 ringgit. Itu belum termasuk untuk biaya makan dan minum selama mereka di Malaysia.

“Sementara pendapatan pedagang, berkisar 1.000-1.500 ringit perhari. Dengan penghasilan yang lumayan besar itu, kita rela untuk jauh-jauh datang ke Serikin setiap pekan guna mengais rejeki,”katanya.

Sementara itu, Dina, pedagang Pasar Serikin lainnya yang berasal dari Sanggau mengatakan, dia sudah berjualan di pasar tersebut lebih dari tiga tahun.”Saya disini menjual pakaian, seperti batik, baju kaos dan pernak-pernik lainnya. Saya beli dari Jogja dan Bandung, dan saya jual kembali disini, karena kita bisa menjualnya dengan harga yang cukup mahal namun murah bagi masyarakat Malaysia,”tuturnya.

Dina juga mengatakan, cukup banyak barang-barang yang dijualdisana, mulai dari barang kelontong, pakaian, makanan, hingga kerajinan tangan mudah didapat disana. Tentunya dengan harga yang murah bagi kantong penduduk Malaysia.

Menurut dia, Pasar Serikin juga menjadi surga bagi kolektor barang antik bagi para kolektor asal Malaysia, karena disana juga dijual jam tangan dan jam dinding tua, kamera model lama, dan barang-barang antik lainnya.”Yang jelas, pasar Serikin ini cukup populer bagi masyarakat Malaysia, makanya pasar ini tidak pernah sepi dari pelanggan,”tuturnya.

Tarmizi: PARPOL Berperan Dalam Pendidikan Politik Bagi Masyarakat 9 April 2013

Posted by Rocky Winata in Bengkayang, Umum.
add a comment


Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, S.Pd melepas acara jalan sehat.

Bengkayang – Kegiatan Jalan Sehat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkayang dalam rangka pendeklarasian kampanye damai, Minggu (7/4) kemarin tidak diikuti oleh dua Parpol peserta Pemilu 2014 dari 12 Parpol secara nasional. Kedua Parpol tersebut yakni PKS dan PBB. Meski demikian, kegiatan yang diiringi hujan deras sejak siang harinya itu tetap berjalanlancar. Hanya saja, acara yang sebelumnya dijadwalkan mulai pukul 14.30 WIB molor hingga pukul 15.45 WIB.

“Meski hujan, kegiatan tetap berjalan lancar. Bahkan para peserta dari perwakilan Parpol terlihat antusias,” kata AnggotaKPU Bengkayang, Tarmizi usai kegiatan.

Dikatakannya, juga kegiatan yang dilakukan secara serentakditingkat nasional itu sejatinya hendak digelar pada pagi hari, namun karena pertimbangan banyaknya peserta yang mengikuti ibadah, waktu pelaksanaan diganti sore. Peserta yang ditargetkan sebanyak 150 orang dari semuastakeholder ternyata melebihi, Tarmizi pun mengapresiasikan partisipasi aktif perwakilan Parpol tersebut. Melalui jalan sehat ini, KPU Bengkayang sebagai penyelenggara Pemilu 2014 mengharapkan agar partisipasi setiap Parpol turut serta mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Salah satu upaya yang diharapkan dapat dimainkan oleh Parpol adalah adanya program yang mampu memberikan pelajaran politik bagi masyarakat,” ,” pinta pria yang akrab disapa Mizi ini.

Menurutnya, Parpol memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat. Ini karena, jangkauan Parpol yang lebih luas hingga ketingkat masyarakat akar rumput. Disamping itu, Parpol sebagai lembaga yang menjadi wadah penyelenggaraan demokrasi bagi masyarakat umum tentunya memberikan pemahaman politik yang baik kepada masyarakat sangatlah penting.

“Parpol berperan besar dalam menciptakan iklim demokrasi yang baik dengan cara memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” tegas Tarmizi.

tarmizi


%d blogger menyukai ini: