jump to navigation

SOIMAH Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual 30 Mei 2013

Posted by Rocky Winata in Pendidikan.
trackback

 

Pembelajaran SOIMAH adalah singkatan dari Pembelajaran Sistematik, Ondemand, Inovatif, Menyenangkan, Aktif dan Holistik. Dalam SOIMAH digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi dan kontekstual.

 

Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.Sedangkan Pembelajaran berbasis kontekstual adalah pembelajaran yangmenyelaraskan kebutuhan dunia kerja dan bekal menuju dunia kerja serta potensi sumberdaya alam di seekitar peserta didik.

Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan prosesuntuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, krativitas, dan kemadirian sesuai denganbakat, minat, dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proseseksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut:

  • Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya.
  • Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi Satu kesatuan.
  • Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan belajar yang beragam. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu, guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya.
  • Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial, sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya.
  • Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah, sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah, menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkansesuatu (generating). Kemampuan memecahkan asalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan, kesulitan maupun ancaman. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
  • Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik.

    Tujuan SOIMAH

Pembelajaran berbasis SOIMAH membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi, berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah.

Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality), ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam pembelajaran pemecahan masalah, siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah.

Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri, dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri, umpamanya masalah kemiskinan, kejahatan, kemacetan lalu lintas, pembusukan makanan, wabah penyakit, kegagalan panen, pemalsuan produk, atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi, Dsb.

Karakteristik SOIMAH

Sesuai dengan singkatan SOIMAH, maka pembelajaran yang berfokus pada siswa, makna, aktivitas, pengalaman dan kemandirian siswa, serta konteks ehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami, komunikasi, interaksi dan refleksi.

  1. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain:

    1. Melakukan pengamatan

    2. Melakukan percobaan
    3. Melakukan penyelidikan
    4. Melakukan wawancara
    5. Siswa belajar banyak melalui berbuat
    6. Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.
  2. Komunikasi, bentuknya antara lain:

    1. Mengemukakan pendapat

    2. Presentasi laporan
    3. Memajangkan hasil kerja
    4. Ungkap gagasan
  3. Interaksi, bentuknya antara lain:

    1. Diskusi

    2. Tanya jawab
    3. Lempar lagi pertanyaan

      1. Kesalahan makna berpeluang terkoreksi

      2. Makna yang terbangun semakin mantap
      3. Kualitas hasil belajar meningkat
  4. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan.

    1. mengapa demikian?

    2. apakah hal itu berlaku untuk …?
    3. Untuk perbaikan gagasan/makna
    4. Untuk tidak mengulangi kesalahan
    5. Peluang lahirkan gagasan baru

Dari karakteristik SOIMAH tersebut, maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Tanggung jawab belajar, memang berada pada diri siswa, tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa, motivasi, perhatian, persepsi, retensi, dan transfer dalam belajar, sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat.

Jenis-Jenis SOIMAH

Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik SOIMAH antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL), Pembelajaran Terpadu (Tematik, IPA Terpadu, IPS Terpadu), Pembelajaran berbasis TIK (ICT), Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antaralain dengan Lesson Study, Pembelajaran yang menyenangkan dan Bermakna misalnya penerapan Model – model Pembelajaran.

 

Penerapan SOIMAH

Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi, kegiatan SOIMAH perludidesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperolehhasil maksimal. Berdasarkan panduan penyusunan yang berlaku, kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka, kegiatan tugas terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.Sekolah standar, beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit, SMP terdiri dari 40 menit, dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka, tugas terstruktur dan kegiatan mandiri.

1. Kegiatan Tatap Muka

Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif, presentasi, diskusi kelas, diskusi kelompok, pembelajaran kolaboratif dan kooperatif, demonstrasi, eksperimen, observasi di sekolah, ekplorasi dan kajian pustaka atau internet, Tanya jawab, atau simulasi. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS, maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif, presentasi, diskusi kelas, tanya jawab, atau demonstrasi.

2. Kegiatan Tugas terstruktur

Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket,kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri

inkuiri. Metode yang digunakan seperti penugasan, observasi lingkungan,atau proyek.

Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan

kemandirian belajar peserta didik, peran guru sebagai fasilitator, tutor, teman belajar. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok, pembelajaran kolaboratif dan kooperatif, demonstrasi, eksperimen, observasi di sekolah, ekplorasi dan kajian pustaka atau internet, atau simulasi.

3. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan, observasi lingkungan, atau proyek. SOIMAH dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual

dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning), yaitu relating, experiencing, applying, cooperating, dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal.

 

Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan:

a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai;

b. sumber referensi terbatas;

c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak;

d. alokasi waktu terbatas; dan

e. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut.

a. Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran

b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran

c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran

d. Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi

atau materi pembelajaran.

Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan:

a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai;

b. sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup;

c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak;

d. materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan

e. alokasi waktu cukup tersedia.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut.

a. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah

b. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara

c. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data

d. Menganalisis data dan melakukan verifikasi

e. Melakukan generalisasi

Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi, diskusi kelas, dan Tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.

Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelasmaupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah observasi, diskusi kelompok, eksperimen, ekplorasi, simulasi, dan sebagainya.

Sumber: (sekedar gagasan dari seorang guru yang jauh dari perkotaan, yang sudah minta izin kepada artis bernama SOIMAH melalui akun facebook)

Komentar»

1. MARJANI UNTUK PENDIDIKAN - 31 Mei 2013

Reblogged this on MARJANI UNTUK PENDIDIKAN.

2. smpnegeri05sky - 1 Juni 2013
3. Dedi - 11 Juni 2013

kagak nahan foto soimah nya bro😀

4. Pembelajaran Bioteknologi dengan pendekatan kontekstual | ekoyulianingsi - 9 Februari 2014

[…] Rocky. 2013. Soimah sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan kontekstual. (Online). https://rockywinata.wordpress.com/2013/05/30/soimah-sebagai-model-pembelajaran-berbasis-kompetensi-da…, Diakses tanggal 14 Juli 2013. Saputra, Indra. 2010. Upaya peningkatan Kompetensi Siswa melalui […]

5. Pembelajaran Bioteknologi dengan pendekatan kontekstual | ekoyulianingsi - 9 Februari 2014

[…] Rocky. 2013. Soimah sebagai  Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan kontekstual. (Online). https://rockywinata.wordpress.com/2013/05/30/soimah-sebagai-model-pembelajaran-berbasis-kompetensi-da…, Diakses tanggal 14 Juli […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: