jump to navigation

Warga Kalimantan Barat, Indonesia: Menjadi Mayoritas Pedagang di Pasar Serikin Serawak, Malaysia. 10 April 2013

Posted by Rocky Winata in Bengkayang.
Tags: , , , , ,
trackback

Pasar Serikin menjadi salah satu pasar rakyat unik yang ada daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Meski pasar tersebut terletak di Serawak, Malaysia, 90 persen pedagang di pasar tersebut berasal dari Kalimantan Barat, Indonesia.

“Sebagian besar pedagang pasar Serikin berasal dari Kalimantan Barat, baik dari Pontianak, Mempawah, Kubu Raya, Sanggau, Bengkayang, Sekadau dan daerah lainnya. Sedangkan pedagang dari Malaysia menempati ruko yang berada tidak jauh dari lokasi pasar ini,”kata Haryanto, salah seorang pedagang asal Kota Pontianak yang sudah empat tahun lebih berjualan di Pasar Serikin, Malaysia, Minggu (7/4).

Sebalinya berbanding terbalik dengan para pedagang, mayoritas pembeli justru kebanyakan berasal dari Malaysia.”Kondisi itu lantaran, untuk mencapai pasar Serikin, masyarakat Malaysia hanya membutuhkan waktu satu setengah jam dari Kuching.

Selama ini, Pasar Serikin menjadi tempat mengais rejeki bagi para pedagang Indonesia yang menjual berbagai barang-barang asal Indonesia dengan harga murah. Kondisi pasar itu sendiri berada pada lahan sekitar dua hektare yang dialokasikan oleh Kerajaan Malaysia, dengan bentuk warung dan pondok sederhana yang jumlahnya mencapai 300 unit dan dibangun disisi jalan sempit.

Pasar itu bisa dibilang semrawut karena jalan pada pasar tersebut tak hanya dilalui oleh para pejalan kaki, namun juga dilalui kendaraan bermotor dan tanpa adanya aturan lalu lintas. Kondisi itu tak membuat pasar yang dibuka setiap Sabtu dan Minggu sepi dari pembeli.

“Untuk berdagang disini, kami dikenakan biaya keamanan dan kebersihan sebesar lima ringgit setiap pekannya. Kalau tidak menggunakan angkutan sendiri, pedagang harus mengeluarkan biaya 45 ringgit untuk ongkos angkutan dari Tebedu-Serikin,”tuturnya.

Warga Kota Baru, Pontianak itu mengatakan, biasanya seorang pedagang dalam satu minggu mengeluarkan biaya sekitar 90 ringgit. Itu belum termasuk untuk biaya makan dan minum selama mereka di Malaysia.

“Sementara pendapatan pedagang, berkisar 1.000-1.500 ringit perhari. Dengan penghasilan yang lumayan besar itu, kita rela untuk jauh-jauh datang ke Serikin setiap pekan guna mengais rejeki,”katanya.

Sementara itu, Dina, pedagang Pasar Serikin lainnya yang berasal dari Sanggau mengatakan, dia sudah berjualan di pasar tersebut lebih dari tiga tahun.”Saya disini menjual pakaian, seperti batik, baju kaos dan pernak-pernik lainnya. Saya beli dari Jogja dan Bandung, dan saya jual kembali disini, karena kita bisa menjualnya dengan harga yang cukup mahal namun murah bagi masyarakat Malaysia,”tuturnya.

Dina juga mengatakan, cukup banyak barang-barang yang dijualdisana, mulai dari barang kelontong, pakaian, makanan, hingga kerajinan tangan mudah didapat disana. Tentunya dengan harga yang murah bagi kantong penduduk Malaysia.

Menurut dia, Pasar Serikin juga menjadi surga bagi kolektor barang antik bagi para kolektor asal Malaysia, karena disana juga dijual jam tangan dan jam dinding tua, kamera model lama, dan barang-barang antik lainnya.”Yang jelas, pasar Serikin ini cukup populer bagi masyarakat Malaysia, makanya pasar ini tidak pernah sepi dari pelanggan,”tuturnya.

Komentar»

1. Rocky Winata - 10 April 2013

Buat teman-teman yang pakai Hp gambar diatas kalau diklik maka akan memutarkan vidio dari youtube.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: